Kamis, Juni 27, 2013

Sinopsis I Hear Your Voice Episode 2 Part 2



Hye Sung bersiap untuk hari pertamanya sebagai pengacara publik. Kwan Woo bertemu Hye Sung di jalan dan terus bicara pada Hye Sung tanpa henti sampai mereka sampai di kantor. Kwan Woo bingung akan memanggil Hye Sung apa karena 'Jang-byun' (Pengacara Jang) akan terdengar seperti lintah darat (rentenir kejam), jadi dia memutuskan memanggil Hye Sung 'Jjang-byun' yang juga berarti pengacara terbaik.

Kwan Woo menebak bahwa Hye Sung adalah tipe orang yang dingin di luar tapi hangat di dalam, seperti dirinya. Lalu KwanWoo bertanya pada Hye Sung apakah Hye Sung tidak tertarik dengan legendaris Pengacara Shin? yang merupakan panutan hidupnya, dan alasan Kwan Woo menjadi pengacara publik?

Hye Sung akhirnya merasa cukup, cukup kesal maksudnya, akhirnya berkata pada Kwan Woo -cukup keras- bahwa adalah hal yang mustahil pria tua yang memakai gigi palsu di pengadilan menjadi panutan hidupnya.

 

Tiba-tiba, sebuah gigi palsu jatuh di depan kaki mereka, lalu seorang asisten memungutnya dan membersihkannya dulu dalam sebuah gelas berisi air sebelum memberikannya kepada yang punya, dan perkenalkan, Pengacara Shin!. Haha.

Kwan Woo berkenalan dengan klien pertamanya yang susah untuk mendengar dengan bahasa isyarat. Kwan Woo mengatakan dia mempelajarinya hanya untuk berjaga-jaga suatu hari nanti. Ah pintar.

Hye Sung juga mendapatkan klien pertamanya, Sung Bin.



Su Ha mengabaikan bukunya di dalam kelas lalu mulai mengecek rambutnya di cermin dan berlatih. Berlatih untuk berbicara pada Hye Sung tentunya. Mulai dari "Hai, aku Park Su Ha. Kau mengingatku kan?", "Aku merindukanmu, Hye Sung-ssi". Lalu dia beralih ke "Lama tidak bertemu, noona .. noona" dan Su Ha menggigil sendiri dengan apa yang dia ucapkan. Haha.
Teman Su Ha melihat dari luar dan mengatai Su Ha "Dia mulai gila." Double Lol.

Beralih ke Hye Sung dan Sung Bin, Sung Bin bersumpah bahwa dia tidak melakukan apapun. Tapi Hye Sung menatap Sung Bin satu kali lalu berkata, semua orang yang masuk ke ruangan ini selalu mengatakan mereka tidak bersalah. Bad Lawyer.



Hye Sung mengatakan bahwa satu-satunya hal yang membuat Sung Bin tidak menjadi pembunuh adalah karena korban sekarang sedang terbaring koma. Lalu menyarankan Sung Bin untuk mengakui kesalahannya dan Hye Sung akan mencoba untuk membuat dia tidak dipenjara.

Berbeda 180 derajat, Kwan Woo mengatakan pada kliennya bahwa dia akan berjuang untuk kliennya sampai titik darah penghabisan. Sung Bin melihat Kwan Woo dan berharap dia mendapat Kwan Woo saja daripada Hye Sung. Semua orang dikantor merasa tidak suka dengan sikap Hye Sung sebagai pengacara, dan Kwan Woo berkata pada Hye Sung "Aku tau ini melewati batas, tapi ..." Belum selesai Kwan Woo bicara, Hye Sung memotongnya, tiap kata lalu mengatakan pada Kwan Woo bahwa mereka bukan tim, ini kasusnya, dan kliennya, jadi menyingkirlah.

 

Sung bin akhirnya menangis dan berteriak bahwa dia melakukannya, dan Hye Sung hanya memperhatikan sampai Sung Bin berhenti mengangis tanpa berbuat apapun.

Hye Sung pulang terlambat untuk mengerjakan laporannya sedangkan Kwan Woo pergi keluar dengan bossnya. Kwan Woo bertanya pada bossnya "Aku benar kan? Seorang pengacara harus mempercayai kliennya kan?" tapi bossnya menjawab "Aku sudah bekerja sebagai pengacara selama 40 tahun, tapi tetap tidak dapat membedakan yang mana kliennya yang bersalah dan tidak."

Kwan Woo tidak senang mendengarnya dan memutuskan dia akan mempercayai kliennya apapun yang terjadi.



Hye Sung menulis laporannya tentang kasus Sung Bin, dan cara Sung Bin menangis membuatnya teringat tentang masa lalunya dimana tidak ada yang percaya padanya. Hye Sung menghela napas mengingatnya dan berkata dia membenci perasaan itu.

Su Ha menunggu di luar gedung pengadilan sambil mencari tahu apa itu pengacara publik. Yaitu seseorang yang tidak bekerja untuk uang, seseorang yang menjadi pengacara bagi orang yang tidak mampu menyewa pengacara. Dan Su Ha senang mengetahuinya, berpikir Hye Sung tetap menjadi penolong orang lain sampai sekarang. Wish you know oppa.



Hye Sung akhirnya keluar dan Su Ha mempersembahkan senyum lebarnya, tapi Hye Sung hanya berputar-putar di pintu keluar (yang berputar), melamun. Su Ha membaca pikiran Hye Sung yang mengatakan pada dirinya sendiri untuk melepaskannya dan melupakannya. Dan Su Ha memilih untuk tidak mengganggu Hye Sung. Tapi mengikutinya sampai ke dalam bus.

Hye Sung hampir saja terjatuh di bus, tapi Su Ha menahannya. Hye Sung berterima kasih tapi tidak melihat ke orang yang menolongnya. Su Ha mengikuti Hye Sung yang berjalan pulang dan mendengar pikiran Hye Sung yang ingin memutar jalan karena lampu jalannya mati dan terlalu gelap kalau melewati jalan pintas. Su Ha mengawasi Hye Sung sampai masuk ke rumahnya lalu tersenyum.

 

Rabu, Juni 26, 2013

Sinopsis I Hear Your Voice Episode 2 Part 1



Episode 2 : Gadis Jahat Gadis Baik

Episode sebelumnya

 

Go Sung Bin, gadis jahat yang suka pada Su Ha, masuk ke dalam sebuah ruangan kosong untuk menghapus cat kukunya sampai dia mendengar suara sesuatu terjatuh. Sung bin melihat ke luar jendela dan menemukan seorang gadis terbaring di tanah. Wauw!.

Murid-murid yang lain datang mengerubungi mayat itu eh gadis itu, dan ketika mereka melihat ke atas, mereka melihat Sung Bin, hanya Sung bin. Itu buruk. Dan menjadi lebih buruk ketika gadis yang jatuh tadi ternyata adalah gadis yang sering dikerjai Sung Bin -lihat ep 1- Jadi mereka langsung menelpon polisi dan mengasumsikan bahwa Sung Bin mendorong gadis itu. Double Wauw! dan Sung Bin panik!.



Sementara itu, para penginterview pengacara publik sedang menyortir aplikasi lamaran kerja yang kemarin. Dan bingung apa yang harus dilakukan dengan Hye Sung. Mereka berpikir bahwa cerita Hye Sung itu bagus, tapi salah seorang diantara mereka berkata julukan Hye Sung di pengadilan adalah '20 Detik'. (itu waktu lamanya Hye Sung membela client.)

Temannya berkata bahwa cerita Hye Sung membuktikan dia punya keberanian dan potensi. Sementara mereka saling berargumen, penonton diberikan flashback satu orang yang sama dengan dua sifat yang berbeda. Hye Sung dewasa yang bosan dengan pekerjaanya dan Hye Sung remaja yang begitu berani bersaksi di depan pengadilan.

Lalu mereka bertanya pada ketua mereka apa yang ketua pikirkan. Ketua itu menggaruk kepalanya, bingung, dan berkata " Entahlah, dia terlihat seperti pengacara yang baik, dan seperti pengacara yang buruk juga..."

 

Lalu sebulan kemudian, Hye Sung melihat nama dan fotonya di koran sebagai pengacara publik yang baru, di samping Kwan Woo. Dia melihat koran itu dengan bangga tapi kesenangannya harus terhenti ketika dia melihat papan nama toko ibunya yang berjudul 'Ayam Hye Sung'. Haha.

Ibu Hye Sung mengusulkan agar memajang koran itu juga, meskipun Hye Sung belum terlalu tertarik dengan posisi pengacara publik, dan menghela napas mengatakan bahwa Hye Sung akan melakukan pekerjaannya setengah-setengah dan menggunakan posisinya untuk menikah. Lalu Ibu Hye Sung memukul kepala anaknya seperti seharusnya.

 

Di tempat kejaksaan, Sung Bin dituduh sebagai tersangka pembunuhan. Tapi Sung Bin bersikap seolah kejaksaan adalah ruang hukuman dengan memainkan kukunya dan mengunyah permen karetnya.

Sung Bin membalikkan kata-kata jaksa yang lebih terdengar seperti Bleep-bleep-you-bleepity-BLEEP!.Jaksa itu berteriak frustasi bahwa semua teman sekelasnya sudah menandatangani petisi bahwa Sung Bin bersalah, tapi Sung Bin bersikap seolah tak peduli.

Kepala jaksa masuk dan mengatakan dia akan mengambil alih. Kepala jaksa yang ternyata adalah Seo Do Yeon berhasil membuat Sung Bin mengaku bahwa Sung Bin sering menjahili korban. 



Berita tentang Sung Bin menyebar di seluruh penjuru sekolah, dan teman-teman Su Ha berusaha membuat Su Ha tertarik dengan berita Sung Bin menyodor-nyodorkan koran tentang Sung Bin. Tapi bukan berita Sung Bin yang membuat Su Ha tertarik, melainkan pengumuman untuk pengacara publik yang baru. Dia melihat foto Hye Sung dua kali untuk memastikan lalu berkata "Tidak mungkin.." Su Ha tersenyum lebar lalu memeluk temannya sebelum akhirnya berlari keluar kelas.

 

Su Ha benar-benar bersemangat seolah akan memenangkan balapan, bahkan mencium helm pengendara motor yang dia temui di jalan. Haha.
Su Ha berlari ke gedung pengadilan lalu melihat foto Hye Sung sekali lagi "Kau sama sekali tidak berubah."



Sementara itu di dalam penjara, Min Joon Gook a.k.a si pembunuh sedang mempersiapkan diri untuk pekerjaan barunya di gereja, karena dia akan dibebaskan besok. What the!! Besok?!!
Temannya di penjara menemukan potongan koran yang berisi pengumuman Hye Sung sebagai pengacara publik di alkitabnya, dan Joon Gook hanya mengatakan bahwa dia berhutang budi pada Hye Sung. Dia tertawa, tertawa, lalu Hye Sung tiba-tiba bangun. Ini mimpi atau bukan?

credit : dramabeans

Selasa, Juni 25, 2013

Sinopsis I Hear Your Voice Episode 1 Part 2

I Hear Your Voice Episode 1 Part 1

Beberapa saat kemudian, Hye Sung datang ke rumah Do Yeon sambil membawa kembang api, lalu menyalakannya. Do Yeon menghindar ketakutan, lalu Hye Sung bertanya apakah Do Yeon melihatnya melakukan hal yang sama di pesta, dan kenapa dia tidak menghindar pada saat itu?.

 

Hye Sung memerintahkan Do Yeon untuk memberitahukan orang tua mereka bahwa dia berbohong, yang tentu saja ditolak oleh Do Yeon. Tiba-tiba, suara benturan yang keras mengagetkan mereka. Mereka berlari ke tempat kejadian untuk melihat ada apa, tapi yang mereka lihat adalah si pembunuh kita sedang menghabisi ayah Su Ha. Si pembunuh itu kemudian bergerak ke tempat Su Ha, mengangkat pipa kematiannya untuk menghantam Su Ha. Tapi Hye Sung bergerak cepat, dia mengeluarkan ponselnya lalu memotret si pembunuh yang berpose dengan pipa. 'Smile!' ponselnya mengumumkan keberadaan Hye Sung dan Do Yeon. Tapi hey, itu menyelamatkan Su Ha. Si pembunuh teralihkan perhatiannya ke arah Hye Sung dan Do Yeon yang sekarang berada dalam bahaya.



Hye Sung sempat bertatapan dengan Su Ha sejenak sebelum akhirnya mengangkat kaki dan lari. Mereka lalu bersembunyi dengan si pembunuh yang kebingungan di mana keberadaan mereka. Si pembunuh itu berkata "Pria tadi pantas mati karena tidak bisa menutup mulutnya. Dan jika kalian melakukan hal yang sama, aku akan membunuh kalian juga, dan keluarga kalian, dan semua orang yang kalian beritahukan tentang apa yang baru saja kalian lihat.".
Lalu serombongan mobil polisi datang, menyelamatkan Hye Sung dan Do Yeon yang hampir ketahuan. Dan Su Ha selamat. Fiuuhh.

Beberapa hari kemudian, Hye Sung dan Do Yeon kembali ke tempat kejadian. Mereka berdebat apa yang harus dilakukan, yang diakhiri saling menantang siapa yang lebih berani datang ke pengadilan untuk bersaksi.

Hye Sung gelisah dan ragu dengan keputusannya, kemudian bertanya pada ibunya, kenapa ibunya percaya padanya. Ibunya menjawab karena Hye Sung benar, dan karena Hye Sung dapat membedakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah, seperti ayahnya.



Hari pengadilan, Hye Sung dan Do Yeon memutuskan untuk datang, mereka datang di saat yang bersamaan. Mereka ada di depan dua pintu yang berbeda, dan ketika mereka akan mengetuk pintu, ancaman si pembunuh terngiang di telinga mereka, membuat mereka ragu. Kemudian mereka meminta satu sama lain untuk masuk dalam hitungan ke tiga. Satu.. Dua.. Tiga..
Satu pintu di ketuk, sedangkan yang lain tidak.



Kembali ke masa kini di mana si penginterview menjadi begitu tertarik dengan cerita Hye Sung, dia bertanya "Lalu siapa yang masuk?". Hye Sung berkata dia akan mengakhiri ceritanya di sini. Lalu melanjutkan bahwa dia menyesali keputusannya sampai hari ini "Aku tidak akan pernah membuat keputusan seperti itu lagi, itulah kenapa aku di sini hari ini". Ketika Su Ha keluar dari sekolah, dia melihat Hye Sung sekilas ada di seberang. Dia mengejar Hye Sung, tapi kehilangan Hye Sung di tengah keramaian.

Di tempat latihan taekwondo, Su Ha menulis di jurnal hariannya, dan itu membawa kita kembali ke masa lalu di mana Su Ha mengalami trauma setelah kecelakaan dan peristiwa mengerikan sehingga dia tidak bisa berbicara dan harus menulis di sebuah catatan untuk berkomunikasi dengan detektif dan sebagainya.



Hari pengadilan, lagi. Si pembunuh bersaksi bahwa mungkin Su Ha menyalah artikan usahanya untuk menyelamatkan mereka, dan pengacaranya juga mengatakan bahwa tidak ada saksi mata selain seorang anak berusia 8 tahun yang kepalanya terluka. Damn you lawyer!

Si pembunuh berkata dalam hati bahwa semua orang di ruangan ini berpihak padanya dan Su Ha menuliskannya di catatannya, yang dibaca keras-keras di ruang pengadilan. Hal itu membuat si pembunuh kaget dan takut (?), meskipun semua orang yang mendengarnya mengira itu hanya ucapan omong kosong.

Su Ha membuat keadaaan semakin buruk dengan menulis dia bisa membaca pikiran orang lain. Dan si pengacara menyebalkan itu tersenyum karena tahu ia memenangkan kasus ini. Tiba-tiba pintu terbuka dan Hye Sung masuk. Prok! Prok! Prok!

Hye Sung gugup dan takut, dan lebih takut lagi saat ia tahu Do Yeon tidak ikut masuk bersamanya. Su Ha merasakan ketakutan Hye Sung lalu menggenggam tanggannya.

 

Hye Sung mengatakan apa yang ia lihat malam itu, tapi si pengacara menyebalkan menyanggahnya dengan mengatakan Hye Sung tidak mempunyai bukti dan mereka tidak bisa mempercayainya begitu saja. Tapi Hye Sung punya bukti, foto yang ia ambil malam itu. Si pembunuh marah lalu menyerang Hye Sung, mencekiknya sambil bersumpah dia tidak akan istirahat sampai dia membunuh Hye Sung. OMG!

 

Hye Sung benar-benar ketakutan, tapi dia memberanikan diri dan berkata pada hakim, jika dia tidak bersaksi hari ini, dia mungkin tidak akan punya keberanian untuk bersaksi lagi. Jadi hakim mengijinkannya dan Hye Sung mulai bersaksi.

Kembali ke tempat latihan taekwondo, Su Ha menulis di jurnalnya "Hari ini aku melihat seseorang yang mirip denganmu. Kau ada di mana sekarang?"

Ke masa lalu lagi. Su Ha melihat Hye Sung menangis di depan gedung pengadilan. Su Ha lalu mengambil sebuah batu dan menulis di dinding "Terima Kasih". Hye Sung berkata jangan berterima kasih padanya. karena dia sudah menyesali keputusannya datang ke sini, dan "Jangan mengikutiku".

 

Tapi Su Ha tetap mengikuti Hye Sung. Sementara barang-barang di tas Hye Sung berjatuhan ketika dia jalan, termasuk jurnal yang ada di tangan Su Ha remaja. Hye Sung berkata atau berteriak pada Su Ha agar tidak mengikutinya "Ini semua karena mu!". Su Ha kecil mendengar pikiran Hye Sung yang menyesali keputusannya dan ketakutan bahwa pembunuh itu akan datang suatu hari nanti.

Su Ha kecil meletakkan tangannya di pundak Hye Sung lalu memeluknya. Dia berusaha mengeluarkan kata pertamanya setelah kecelakaan "Aku.. Akan.. Melindungimu.." Aww, dia begitu kecil.



Kembali ke masa depan di mana Su Ha remaja sedang menulis jurnalnya. "Aku belum melupakanmu. Ketika aku bertemu denganmu lagi, aku akan melindungimu." Lalu Su Ha kembali berlatih taekwondo.
Ketika halaman-halaman jurnal berganti karena angin yang berhembus, kita bisa melihat bahwa Su Ha selalu menulis hal yang sama. Tentang dia yang selalu melihat Hye Sung dan dia yang ingin melindunginya.

Episode pertama diakhiri dengan adegan Su Ha mengejar wanita secara acak, berharap itu adalah Hye Sung, tapi selalu saja salah.



credit : dramabeans

Senin, Juni 24, 2013

Sinopsis I Hear Your Voice Episode 1 Part 1


Episode 1 : Aku mendengar suaramu.

 

 Drama ini dimulai di sebuah sekolah menengah atas, murid – murid berlari ke kelas mereka. Anak anak yang nakal menaruh lem di gagang sapu, tentu untuk mengerjai murid lainnya. Ketika mereka sibuk menyiapkan jebakan mereka, PARK SU HA (Lee Jong Seok) menaiki tangga menuju kelasnya. Anak anak dikelas langsung bersikap seolah tak terjadi apa-apa ketika Su Ha masuk, tapi bukan Su Ha target mereka melainkan anak perempuan yang berjalan di depannya. 


Mereka meminta anak perempuan itu untuk membersihkan kelas yang kotor, tapi Su Ha mencium gelagat mencurigakan dan memperhatikan kepala mereka. Eh, maksudnya membaca pikiran mereka, satu per satu. Lalu bagian manisnya yaitu Su Ha lah yang menerima jebakan mereka menggantikan anak perempuan itu. Hal itu membuat anak nakal kesal karena Su Ha mengacaukan rencana mereka, jadi pemimpin mereka dan Su Ha pun berkelahi. 

 

Tapi Su Ha dengan mudahnya menghindari pukulan demi pukulan, bahkan menertawai mereka. Su Ha menunggu kesempatan lalu mendengarkan anak lain berpikir gerakan selanjutnya dan kemudian Su Ha menyerangnya dengan itu. Su Ha menemukan preman itu di kamar mandi, sedang berteriak di ponselnya bahwa Su Ha bukan pemimpin preman yang baru dan itu tidak mungkin.
Dia menantang anak itu sedikit, Su Ha tahu bahwa anak itu penasaran bagaimana Su Ha memenangkan perkelahian itu. Su Ha mendorong preman itu ke dinding lalu berkata “ Jika aku melihat mata seseorang, aku bisa membaca pikirannya. Apa yang dia pikirkan, kemana dia akan menyerang, dan kemana dia akan menghindar. “ Preman itu kaget “ Benarkah? “. Su Ha tertawa, “ Tidak, aku hanya bercanda, kau percaya hal – hal seperti itu?” Su Ha berbohong bahwa dia hanya beruntung. Tapi ketika anak itu menghina Su Ha dalam pikirannya, mata Su Ha berubah.
Su Ha berjalan keluar dan kamera mengclose up sebuah liontin yang menggantung di ponselnya.


*Flashback
Su Ha kecil dan ayahnya berada di dalam mobil, liontin yang sama terlihat di cermin depan. Ayah bertanya kupon apa yang mereka punya minggu ini? Dan Su Ha menjawab mereka bisa makan pizza, dan juga pergi ke aquarium dengan diskon tiket. Tiba-tiba, entah muncul dari mana, sebuah truk menabrak mobil ayah Su Ha dari samping, tepat di tempat ayah Su Ha berada. Su Ha dan ayahnya bangun dalam kondisi berdarah-darah dan terjebak di mobil. Su Ha kecil berkata kepalanya sakit. Ayah  Su Ha memberitahu Su Ha agar tetap bangun apapun yang terjadi.

 

Supir truk yang menabrak mereka keluar untuk mengecek kondisi ayah dan anak itu. Ayah memohon agar dia menyelamatkan Su Ha. Tapi Su Ha melihat matanya dan dapat mendengar dia berpikir “ Bajingan itu masih bernafas. Aku harus membunuhnya dalam satu kali pukulan.” Oh My God!
Su Ha kecil berteriak pada ayahnya untuk lari, tapi pria itu kembali dan melompat ke depan mobil mereka. Dia memecahkan kaca mobil dengan pipa besi lalu mengirim ayah Su Ha ke surga. Hiks.
Tapi dia belum selesai, pria itu membuka pintu penumpang, bersiap untuk mengirim Su Ha ke tempat ayahnya. Dan aku tak bisa bernafas. Bagus!
*End of flashback

 

Su Ha bernarasi “ Mulai dari hari itu, ada dua macam suara di duniaku. Yang pertama adalah suara yang dapat didengar orang lain, dan yang kedua adalah suara yang hanya aku yang dapat mendengarnya.”
Ketika murid-murid melewatinya, dia mendengar pikiran mereka satu per satu, lalu menyelesaikan narasinya “ Duniaku lebih berisik di bandingkan orang lain.” Kemudian Su Ha memasang headphonenya untuk meredam kebisingan. Anak perempuan yang ikut dalam adegan bully tadi datang untuk bertanya apa Su Ha menyukai anak perempuan yang mereka coba kerjai. Su Ha bilang tidak, dia menyukai orang lain. Preman cewek itu bertanya siapa. Su Ha menjawab cinta pertamanya, dan wanita itu sangat cantik, dan baik, dan sempurna.


Scene beralih ke JANG HYE SUNG (Lee Bo Young) yang sedang dalam perjalanan ke tempat kerjanya.sebuah bola basket mengotori sepatu Hye Sung, dan ketika seorang bocah laki-laki meminta bola itu kembali –dengan memanggil Hye Sung ‘Ahjuma’- Hye sung menendang bola itu ke bawah bukit. Haha
Hye Sung adalah seorang pengacara yang terlihat seperti pegawai pabrik yang memasang tutup botol (bosan). Dia membaca pembelaan kliennya seperti membaca tumpukan KUHP. Bahkan pak hakim meniru (lipsinc) omongan Hye Sung seperti hal ini sudah sering terjadi, lengkap dengan jeda untuk isi-nama-mu-di-sini.
Ibu Hye Sung (Kim Hae Sook) menelpon untuk bertanya apakah Hye Sung akan ikut interview untuk posisi pengacara publik, dan meledeknya karena Hye Sung hanya mengincar uangnya (gaji).


Hari interview. CHA KWAN WOO (Yoon Sang Hyun) datang dengan Susana hati gembira dari ujung kepala hingga ujung sepatunya pun ikut gembira. Kwan Woo masuk ke ruang tunggu interview tapi hanya ada dirinya dan Hye Sung. Hye Sung bermain game diponselnya seolah tidak peduli meskipun Kwan Woo mencoba untuk mengobrol. Kwan Woo menawari Hye Sung catatan agar dapat lulus interview yang sepertinya ketumpahan stabilo dan penuh garis-garis. Kwan Woo penasaran kenapa sedikit sekali orang yang berminat untuk pekerjaan bagus ini. Sedangkan Hye Sung berpikir bahwa sudah sangat jelas kenapa orang-orang tidak menginginkannya. Kwan Woo berkata bahwa dia dulunya seorang polisi dan menjadi pengacara publik adalah impiannya.

 

Mereka kemudian menemukan bahwa mereka ada di ruangan yang salah, lalu berlari secepat kilat menuju ruangan yang benar dan menemukan banyak orang yang menunggu giliran. Hye Sung yang awalnya tidak tertarik, tiba-tiba sangat antusias dengan catatan-lulus-interview Kwan Woo dan memintanya.
Interview. Hye Sung menjawab semua pertanyaan, tapi berhenti di pertanyaan “Kenapa anda ingin menjadi pengacara public?”. Semua peserta interview menjawab hal yang sama, jadi Hye Sung memutuskan menggunakan strategi jujur “Dia di sini untuk uang”. Orang yang menginterview Hye Sung mengatakan hal seperti itu hanya ada dalam drama (ini kan drama) dan meminta Hye Sung untuk keluar. Tapi satu hal membuatnya tertarik dan dia bertanya kenapa Hye Sung dikeluarkan dari sekolah. Hye Sung balik bertanya apakah dirinya akan diloloskan jika dia menceritakannya?. Pak interview menjawab iya, jika itu cerita yang bagus.
*Flashback
10 tahun lalu. Hye Sung remaja (Kim So Hyun) dan ibunya tinggal dengan keluarga kaya raya di mana Ibu Hye Sung bekerja sebagai pembantu dan anak majikan Hye Sung adalah teman sekelasnya. Suatu hari Hye Sung melihat anak majikannya, Do Yeon menyontek, tapi Hye Sung membiarkannya. Do Yeon lalu mengadakan pesta untuk merayakan nilainya yang tinggi (karena menyontek). Semua kembang api dinyalakan tapi kembang apinya terlalu banyak sehingga terbang kesana kemari, diluar kendali. Salah satu kembang api terbang tepat ke mata Do Yeon ketika Hye Sung datang untuk bergabung.

 

Ada kemungkinan Do Yeon akan buta mata sebelah dan ayahnya bertanya atau memerintah (?) siapa yang bertanggung jawab. Semua anak yang hadir di pesta mengatakan Hye Sung lah penyebabnya. Hye Sung bersumpah itu bukan kesalahannya dan menangis ke ibunya bahwa tidak ada yang percaya padanya. Ibunya adalah satu-satunya yang percaya, jadi ibunya menemui boss besar dan berkata Hye Sung tidak pernah menangis kecuali dia disalah pahami/difitnah.
Tapi si boss besar –yang ternyata hakim- mengatakan pada Hye Sung bahwa dia akan mempertimbangkan masa depan Hye Sung dan jika Hye Sung meminta maaf, maka dia akan membiarkan hal ini. Tapi jika Hye Sung tidak meminta maaf, maka dia akan membuat Hye Sung dikeluarkan dari sekolah dan memecat Ibu Hye Sung. Hye Sung awalnya akan meminta maaf, tapi pada akhirnya dia tidak bisa mengakui sesuatu yang tidak dia lakukan. Dan begitulah bagaimana Hye Sung dikeluarkan dari sekolah. 

 

Hye Sung remaja pulang ke rumah (rumah pak boss) dan mendapati barang-barang dia dan ibunya ditempatkan di dalam truk pindahan. Satpam Ajushi kemudian memberikan ibu Hye Sung amplop berisi uang, dia berkata itu dari pak boss. Hye Sung mengatakan ibu tidak boleh menerima amplop itu jika ibu benar-benar percaya padanya. Ibu ragu sejenak lalu  memutuskan untuk mengambil uang itu. Hye Sung yang marah berteriak dia tidak punya harga diri. Hye Sung menolak untuk naik ke truk jadi ibu berkata Hye Sung bisa berjalan kaki, lalu ibu pergi meninggalkan Hye Sung sendirian. Hye Sung masih ada di depan rumah pak boss sampai malam dan pak boss pun keluar untuk mengecek.
Hye Sung bertanya berapa banyak uang yang diberikan pak boss ke ibunya, bertanya-tanya seberapa besar rasa bersalah pak boss itu. Pak boss berkata jika ibunya benar-benar percaya pada Hye Sung, maka ibunya tidak akan mengambil uang itu. Lalu melanjutkan jika ibunya saja tidak percaya pada Hya Sung, bagaimana ia akan percaya pada Hye Sung. Tepat setelah pak boss berbicara, ibu Hye Sung kembali untuk melemparkan amplop uang itu ke pak boss plus dengan buku berjudul ‘Air mata yang diselamatkan oleh hukum’ yang ditulis si pak boss. Nice.


Ibu berkata pada pak boss bahwa putrinya tidak melakukan kesalahan, dan Hye Sung menangis karena terharu. Hanya saja ketika semua hal mengharukan itu selesai, ibu Hye Sung jatuh karena gemetar lalu mengecek catatan yang ia tulis di telapak tangannya, kesal karena dia melewatkan pidato paling penting yang telah dia siapkan. Aww, manisnya.

credit : dramabeans