Sabtu, Mei 24, 2014

[Review] Book : Maybe This Time by Jennifer Crusie

Oookay, i might have a thing about Crusie’s. I don’t know, but her works seem all good for me. Aku udah cerita tentang buku Crusie yang pertama kali ku baca , Bet Me dan Manhunting, keduanya oke malah aku semacam jatuh cinta sama karakter di Bet Me, Calvin Morrisey. Dan keduanya sama-sama berkisah tentang pertemuan dua insan yang akhirnya jatuh cinta dan kemudian menikah. So much like a fairy tale, right?. Then again, Crusie tak henti-hentinya membuat ku kagum, kali ini dengan bukunya yang lain Maybe This Time. Tidak seperti kedua buku sebelumnya, di Maybe This Time tak ada kisah cinta yang menggebu-gebu, tidak ada pertengkaran sepasang kekasih di jalan, atau apapun yang kau bisa sebut Met The One. Karena mereka sudah pernah bertemu, sepuluh tahun lalu, but the sparks is still there, even after the divorce. Yep, tokoh utama dalam cerita ini sudah pernah menikah, tapi satu tahun setelah pernikahan mereka, mereka memutuskan untuk bercerai, for good, or whatever they say.

Andie, Andromeda Miller, pergi ke kantor mantan suaminya untuk mengembalikan cek yang dia terima setiap bulan setelah perceraian mereka. Andie akan segera menikah lagi, dan dia ingin dia terbebas dari bayang-bayang mantan suaminya North Archer. So she goes there, has to stand up again against the tall-gorgeous-blonde Ex. Tapi Andie justru diberikan penawaran untuk tinggal dan mengasuh kedua keponakan North di Ohio dengan bayaran sepuluh ribu dollar per bulan. Wow, siapa yang akan menolak tawaran semacam itu, iya kan. Agak aneh tapi Andie setuju however. Meskipun dia setuju bukan karena bayarannya, tapi karena Andie seperti tidak pernah bisa menolak apapun yang di inginkan North. It’s his eyes -or so i thought-. Jadi kemudian Andie cerita ke Flo, ibunya (pecinta hal-hal supranatural, juru kartu Tarot, dan suka membaca ramalan zodiak) dan Will, pacarnya and soon-to-be-fiancee, dan langsung meluncur ke bagian terdalam Ohio meskipun  ditentang keras oleh Flo yang argumennya di tolak mentah-mentah (Flo mengira kedua anak itu semacam a serial killer kid). Oh ya, dan Will juga kecewa, tapi sepuluh ribu dollar bukan hal yang bisa kau tolak begitu saja bukan.

Alice Archer dan Carter Archer, dua keponakan North yang baru saja kehilangan May, bibi mereka dan tinggal sebatang kara bersama pembantu mereka si grumpy Mrs. Grump. Telah membuat tiga pengasuh menyerah dan sekolah hampir rata oleh api. Ketika Andie datang, dia di sambut oleh pembantu yang delusional, dan kedua anak yang memakan makanan aneh berwarna orange, dan dia berpikir "Oh great, this will take along time to get them being normal again". Carter yang pendiam dan Alice yang suka berteriak adalah masalah utama yang harus di hadapi, saat itu. Namun semua berubah sejak mimpi-mimpi aneh Andie. Kini bukan hanya dua anak pintar yang tidak mau keluar dari rumah atau pembantu tidak becus -sorry for my word- yang berpikir dia si pemilik rumah saja, tapi ada hal lain. Hal-hal yang seharusnya tidak bisa kau lihat atau kau dengar, hal-hal yang tidak rasional, tidak logis dan seharusnya tidak ada. Dan hal-hal itu adalah -prepared for this- HANTU. 

Things become complicated with the ghosts around. Ada dua hantu yang sudah ada bersama rumah itu. Dan mereka sangat tua. Mereka tidak punya pikiran dan hanya punya obsesi. Mereka terobsesi dengan Alice dan Carter. Satu hantu lagi adalah Bibi mereka May yang meninggal beberapa bulan lalu. Dan si May ini terobsesi untuk hidup kembali.


Komentar : 

Hal pertama yang aku pikir ketika membaca chapter satu adalah, What’s with the name?. Maksudku ’Andromeda’, ’North’, dan ada adik North yang dipanggil ’Southie’ and don’t forget ’May’. Dan hal yang ku pikir setelah membaca chapter dua adalah ’ceritanya gampang ketebak, paling nanti North nyusul Andie ke Ohio dan mereka rujukan’. Tapi ternyata tidak semudah itu membaca jalan pikiran Crusie, siapa yang nyangka penulis yang menulis Bet Me dan ada di daftar penulis novel romantis akan berpikir untuk menambahkan hantu di dalam ceritanya, bukan satu atau dua tapi tiga, empat kalau Harorld di hitung dan enam kalau Dennis dan Merry di hitung juga. Ada lagi yang lebih out of the box, hantu-hantu ini terobsesi, Miss J pada Alice, Peter pada rumah dan Carter, dan May pada North dan kehidupan. Dan tentu saja, tidak ada yang lebih meyeramkan dibanding hantu yang terobsesi, dan itu bukan sarcasm. Aku merinding setelah tau ke arah mana cerita ini berjalan. Maksudku, aku terus membayangkan hantu Mama untuk menvisualisasikan Miss J. Dan itu bukan gambar yang bagus. Oke, stop tentang hantu dan ketakutanku. Kembali ke buku, Crusie benar-benar membuatku shock kali ini. Bukan hanya karena ini hantu, tapi karena aku juga menikmatinya. Entahlah, aku udah baca Tell Me Liesnya Crusie dan aku cukup yakin dia tidak begitu berbakat menciptakan kriminal lebih lebih hantu yang marah dan dapat membuat orang hidup menjadi orang mati. Dan tentu saja tidak ada komedi berarti tidak ada Crusie. Ada beberapa lelucon yang di lemparkan oleh atau ke para hantu. Lumayan lucu. Setidaknya meringankan sedikit ketegangan yang ada.


Over all, i got 5 of 5 stars for this book. Good Job Ma’am. :)


Title : Maybe This Time

Author : Jennifer Crusie

Minggu, April 20, 2014

[Review] Book : Man Hunting by Jennifer Crusie

Another book by Crusie. Ada yg belom pernah baca bukunya Jennifer Crusie? Kalau ada, cepet baca sekarang, mulai dengan Bet Me. Ada yang ngga suka sama Bet Me pas selesai baca? Ribut yuk! :p

Aku udah cerita tentang Bet Me kan ya? Statistik meet Hit and Run man disatukan dalam cerita apik penuh Elvis (aku sampai download lagunya karena penasaran -Love Me Tender & She), di dampingi kucing bermata cantik yang suka ngedipin sebelah matanya, Mickey&Minnie Snow Globe, Lavender pillow, Krispy Kreme donat, And some very very great (aku nyebutnya 'unik') shoes.

Okay, cukup ngebahas Bet Me-nya. Meskipun aku sebenarnya ngga keberatan sih. Hell! I Love It so much that yesterday was my fifteen times(?) I reread it. Hhe..

Tapi kali ini kita akan ngebahas yang lain. Masih di channel Jennifer Crusie sodara sodara, may i present to you jeng jeng jeng jeng 'Man Hunting'!!!
Prok prok prok. Thank you. Thank you. I Love You too guys !

Meet Kate Svenson, successful business woman yang di usianya yang ke tiga puluh lima masih saja belum punya calon yang menunggunya di altar. Well, dia punya, tiga, tapi ketiga tiganya kelihatannya tidak cocok yang pada akhirnya meninggalkan Kate jomblo,lagi. So si pembuat kue pernikahan yang amat cantik (kuenya), Jessie something mencoba meyakinkan Kate untuk membuat rencana. Toh pekerjaan Kate memang merencanakan. So to speak, mereka mulai menulis daftar pria yg ingin Kate nikahi. Lemme give you the list.

Goal : Find Mr. Right and Get Married
Qualification :
no. 1 : Rich
no. 2 : Intelligent
no. 3 : Distinguished
no. 4 : Well manered
no. 5 : Aggresive
no. 6 : Successful
no. 7 : Great sense of humor. Equal rights for women. Terrific in bed. Loves you to the point of madness

Jadi mereka move on ke Kentucky, -Kate lebih tepatnya si Jessie ngga ikutan- di mana terdapat The Cabin, resort yang menawarkan keindahan kota kecil dengan lapangan golf, danau, bukit untuk di daki dan para pria dari kota yang ternyata banyak ya yg liburan -it's summer, I forgot-.

It would take a woman with an extremely bad attitude to assume that what this man was truly glad to see was her Visa card. “You’ll want to see my Visa card,” Kate said

Cara yg cukup buruk untuk memulai perkenalan kan? Well, that's Kate, what do you expect?

Jack Templeton, the Lazy ol’ man. Pensiunan taxes attorney yang baru empat puluhan(?) and everybody’s hero as i recall. Duda tanpa anak ini mencoba bersembunyi dari kecepatan kota besar, para wanita yang suka memanipulasi para pria, dan komitmen.

Ada banyak bagian lucu di novel ini yang bikin aku ketawa, terutama bagian yang melibatkan Kate and Men. Let Jake sum it up for you.

"You almost drowned Lance, you scared Peter into heart palpitations, you stabbed Donald with a fork, and you hit Brad over the head with a bottle.” Jake shook his head. “And they still ask you out.”
“Lance asked for it, Peter was cheating, Donald was an accident, and, I might point out, I hit Brad to save you—an act I have regretted ever since.”
“They ask you out, but they don’t keep you. Has any guy actually finished a date with you?"

But the attraction between them was too strong to be ignored so they gave up. Namun masalah diantara mereka bukan hanya itu saja. Kate tinggal di kota besar, punya karir, apartemen, dan kehidupan yang amat berbeda dengan kota kecil. Meskipun dia tak begitu mencintai kehidupannya,bukan berarti dia harus meninggalkan semuanya untuk pria yang baru dia temui, say.. two weeks. Dan Jake juga masih belum yakin akan perasaannya sendiri, dialah yang justru menyarankan Kate untuk kembali ke kota besar karena dia pikir Kate tidak akan bahagia di kota kecil macam Kentucky. Puhlease !!

Jadi akhirnya Kate kembali me kota besar, meninggalkan Jake yang jadi pemarah dan sensitif. Jake bahkan menghina Mrs. Dickerson, siapa itu Mrs. Dickerson? only they know who.

So to speak, enjoy the book. I wouldn’t say it beats Bet Me, but it’s a runner up if Bet  Me is the numero uno.

And one good lesson in here "Enjoy your fall as much as you enjoy your rise". Because what we feel now is what we look at ourselves in the mirror. If you look at yourself as a miserable woman, you are a misserable woman. So say the hell with it and be free!!

Nb : Did i mention that it’s crusie’s first book? She wrote it at age twelve. Wow, i’ve only began reading a book at that age.

Tittle : Man Hunting
Author : Jennifer Crusie