Senin, Juni 24, 2013

Sinopsis I Hear Your Voice Episode 1 Part 1


Episode 1 : Aku mendengar suaramu.

 

 Drama ini dimulai di sebuah sekolah menengah atas, murid – murid berlari ke kelas mereka. Anak anak yang nakal menaruh lem di gagang sapu, tentu untuk mengerjai murid lainnya. Ketika mereka sibuk menyiapkan jebakan mereka, PARK SU HA (Lee Jong Seok) menaiki tangga menuju kelasnya. Anak anak dikelas langsung bersikap seolah tak terjadi apa-apa ketika Su Ha masuk, tapi bukan Su Ha target mereka melainkan anak perempuan yang berjalan di depannya. 


Mereka meminta anak perempuan itu untuk membersihkan kelas yang kotor, tapi Su Ha mencium gelagat mencurigakan dan memperhatikan kepala mereka. Eh, maksudnya membaca pikiran mereka, satu per satu. Lalu bagian manisnya yaitu Su Ha lah yang menerima jebakan mereka menggantikan anak perempuan itu. Hal itu membuat anak nakal kesal karena Su Ha mengacaukan rencana mereka, jadi pemimpin mereka dan Su Ha pun berkelahi. 

 

Tapi Su Ha dengan mudahnya menghindari pukulan demi pukulan, bahkan menertawai mereka. Su Ha menunggu kesempatan lalu mendengarkan anak lain berpikir gerakan selanjutnya dan kemudian Su Ha menyerangnya dengan itu. Su Ha menemukan preman itu di kamar mandi, sedang berteriak di ponselnya bahwa Su Ha bukan pemimpin preman yang baru dan itu tidak mungkin.
Dia menantang anak itu sedikit, Su Ha tahu bahwa anak itu penasaran bagaimana Su Ha memenangkan perkelahian itu. Su Ha mendorong preman itu ke dinding lalu berkata “ Jika aku melihat mata seseorang, aku bisa membaca pikirannya. Apa yang dia pikirkan, kemana dia akan menyerang, dan kemana dia akan menghindar. “ Preman itu kaget “ Benarkah? “. Su Ha tertawa, “ Tidak, aku hanya bercanda, kau percaya hal – hal seperti itu?” Su Ha berbohong bahwa dia hanya beruntung. Tapi ketika anak itu menghina Su Ha dalam pikirannya, mata Su Ha berubah.
Su Ha berjalan keluar dan kamera mengclose up sebuah liontin yang menggantung di ponselnya.


*Flashback
Su Ha kecil dan ayahnya berada di dalam mobil, liontin yang sama terlihat di cermin depan. Ayah bertanya kupon apa yang mereka punya minggu ini? Dan Su Ha menjawab mereka bisa makan pizza, dan juga pergi ke aquarium dengan diskon tiket. Tiba-tiba, entah muncul dari mana, sebuah truk menabrak mobil ayah Su Ha dari samping, tepat di tempat ayah Su Ha berada. Su Ha dan ayahnya bangun dalam kondisi berdarah-darah dan terjebak di mobil. Su Ha kecil berkata kepalanya sakit. Ayah  Su Ha memberitahu Su Ha agar tetap bangun apapun yang terjadi.

 

Supir truk yang menabrak mereka keluar untuk mengecek kondisi ayah dan anak itu. Ayah memohon agar dia menyelamatkan Su Ha. Tapi Su Ha melihat matanya dan dapat mendengar dia berpikir “ Bajingan itu masih bernafas. Aku harus membunuhnya dalam satu kali pukulan.” Oh My God!
Su Ha kecil berteriak pada ayahnya untuk lari, tapi pria itu kembali dan melompat ke depan mobil mereka. Dia memecahkan kaca mobil dengan pipa besi lalu mengirim ayah Su Ha ke surga. Hiks.
Tapi dia belum selesai, pria itu membuka pintu penumpang, bersiap untuk mengirim Su Ha ke tempat ayahnya. Dan aku tak bisa bernafas. Bagus!
*End of flashback

 

Su Ha bernarasi “ Mulai dari hari itu, ada dua macam suara di duniaku. Yang pertama adalah suara yang dapat didengar orang lain, dan yang kedua adalah suara yang hanya aku yang dapat mendengarnya.”
Ketika murid-murid melewatinya, dia mendengar pikiran mereka satu per satu, lalu menyelesaikan narasinya “ Duniaku lebih berisik di bandingkan orang lain.” Kemudian Su Ha memasang headphonenya untuk meredam kebisingan. Anak perempuan yang ikut dalam adegan bully tadi datang untuk bertanya apa Su Ha menyukai anak perempuan yang mereka coba kerjai. Su Ha bilang tidak, dia menyukai orang lain. Preman cewek itu bertanya siapa. Su Ha menjawab cinta pertamanya, dan wanita itu sangat cantik, dan baik, dan sempurna.


Scene beralih ke JANG HYE SUNG (Lee Bo Young) yang sedang dalam perjalanan ke tempat kerjanya.sebuah bola basket mengotori sepatu Hye Sung, dan ketika seorang bocah laki-laki meminta bola itu kembali –dengan memanggil Hye Sung ‘Ahjuma’- Hye sung menendang bola itu ke bawah bukit. Haha
Hye Sung adalah seorang pengacara yang terlihat seperti pegawai pabrik yang memasang tutup botol (bosan). Dia membaca pembelaan kliennya seperti membaca tumpukan KUHP. Bahkan pak hakim meniru (lipsinc) omongan Hye Sung seperti hal ini sudah sering terjadi, lengkap dengan jeda untuk isi-nama-mu-di-sini.
Ibu Hye Sung (Kim Hae Sook) menelpon untuk bertanya apakah Hye Sung akan ikut interview untuk posisi pengacara publik, dan meledeknya karena Hye Sung hanya mengincar uangnya (gaji).


Hari interview. CHA KWAN WOO (Yoon Sang Hyun) datang dengan Susana hati gembira dari ujung kepala hingga ujung sepatunya pun ikut gembira. Kwan Woo masuk ke ruang tunggu interview tapi hanya ada dirinya dan Hye Sung. Hye Sung bermain game diponselnya seolah tidak peduli meskipun Kwan Woo mencoba untuk mengobrol. Kwan Woo menawari Hye Sung catatan agar dapat lulus interview yang sepertinya ketumpahan stabilo dan penuh garis-garis. Kwan Woo penasaran kenapa sedikit sekali orang yang berminat untuk pekerjaan bagus ini. Sedangkan Hye Sung berpikir bahwa sudah sangat jelas kenapa orang-orang tidak menginginkannya. Kwan Woo berkata bahwa dia dulunya seorang polisi dan menjadi pengacara publik adalah impiannya.

 

Mereka kemudian menemukan bahwa mereka ada di ruangan yang salah, lalu berlari secepat kilat menuju ruangan yang benar dan menemukan banyak orang yang menunggu giliran. Hye Sung yang awalnya tidak tertarik, tiba-tiba sangat antusias dengan catatan-lulus-interview Kwan Woo dan memintanya.
Interview. Hye Sung menjawab semua pertanyaan, tapi berhenti di pertanyaan “Kenapa anda ingin menjadi pengacara public?”. Semua peserta interview menjawab hal yang sama, jadi Hye Sung memutuskan menggunakan strategi jujur “Dia di sini untuk uang”. Orang yang menginterview Hye Sung mengatakan hal seperti itu hanya ada dalam drama (ini kan drama) dan meminta Hye Sung untuk keluar. Tapi satu hal membuatnya tertarik dan dia bertanya kenapa Hye Sung dikeluarkan dari sekolah. Hye Sung balik bertanya apakah dirinya akan diloloskan jika dia menceritakannya?. Pak interview menjawab iya, jika itu cerita yang bagus.
*Flashback
10 tahun lalu. Hye Sung remaja (Kim So Hyun) dan ibunya tinggal dengan keluarga kaya raya di mana Ibu Hye Sung bekerja sebagai pembantu dan anak majikan Hye Sung adalah teman sekelasnya. Suatu hari Hye Sung melihat anak majikannya, Do Yeon menyontek, tapi Hye Sung membiarkannya. Do Yeon lalu mengadakan pesta untuk merayakan nilainya yang tinggi (karena menyontek). Semua kembang api dinyalakan tapi kembang apinya terlalu banyak sehingga terbang kesana kemari, diluar kendali. Salah satu kembang api terbang tepat ke mata Do Yeon ketika Hye Sung datang untuk bergabung.

 

Ada kemungkinan Do Yeon akan buta mata sebelah dan ayahnya bertanya atau memerintah (?) siapa yang bertanggung jawab. Semua anak yang hadir di pesta mengatakan Hye Sung lah penyebabnya. Hye Sung bersumpah itu bukan kesalahannya dan menangis ke ibunya bahwa tidak ada yang percaya padanya. Ibunya adalah satu-satunya yang percaya, jadi ibunya menemui boss besar dan berkata Hye Sung tidak pernah menangis kecuali dia disalah pahami/difitnah.
Tapi si boss besar –yang ternyata hakim- mengatakan pada Hye Sung bahwa dia akan mempertimbangkan masa depan Hye Sung dan jika Hye Sung meminta maaf, maka dia akan membiarkan hal ini. Tapi jika Hye Sung tidak meminta maaf, maka dia akan membuat Hye Sung dikeluarkan dari sekolah dan memecat Ibu Hye Sung. Hye Sung awalnya akan meminta maaf, tapi pada akhirnya dia tidak bisa mengakui sesuatu yang tidak dia lakukan. Dan begitulah bagaimana Hye Sung dikeluarkan dari sekolah. 

 

Hye Sung remaja pulang ke rumah (rumah pak boss) dan mendapati barang-barang dia dan ibunya ditempatkan di dalam truk pindahan. Satpam Ajushi kemudian memberikan ibu Hye Sung amplop berisi uang, dia berkata itu dari pak boss. Hye Sung mengatakan ibu tidak boleh menerima amplop itu jika ibu benar-benar percaya padanya. Ibu ragu sejenak lalu  memutuskan untuk mengambil uang itu. Hye Sung yang marah berteriak dia tidak punya harga diri. Hye Sung menolak untuk naik ke truk jadi ibu berkata Hye Sung bisa berjalan kaki, lalu ibu pergi meninggalkan Hye Sung sendirian. Hye Sung masih ada di depan rumah pak boss sampai malam dan pak boss pun keluar untuk mengecek.
Hye Sung bertanya berapa banyak uang yang diberikan pak boss ke ibunya, bertanya-tanya seberapa besar rasa bersalah pak boss itu. Pak boss berkata jika ibunya benar-benar percaya pada Hye Sung, maka ibunya tidak akan mengambil uang itu. Lalu melanjutkan jika ibunya saja tidak percaya pada Hya Sung, bagaimana ia akan percaya pada Hye Sung. Tepat setelah pak boss berbicara, ibu Hye Sung kembali untuk melemparkan amplop uang itu ke pak boss plus dengan buku berjudul ‘Air mata yang diselamatkan oleh hukum’ yang ditulis si pak boss. Nice.


Ibu berkata pada pak boss bahwa putrinya tidak melakukan kesalahan, dan Hye Sung menangis karena terharu. Hanya saja ketika semua hal mengharukan itu selesai, ibu Hye Sung jatuh karena gemetar lalu mengecek catatan yang ia tulis di telapak tangannya, kesal karena dia melewatkan pidato paling penting yang telah dia siapkan. Aww, manisnya.

credit : dramabeans

Tidak ada komentar:

Posting Komentar